BPJS Kesehatan Cabang Tangerang Maksimalkan Pelayanan

KontraPro, Tangerang - BPJS Kesehatan Cabang Tangerang kembali melakukan Pemutahiran data dengan peserta dari segmen penyelenggara negara yang diselenggarakan pada Kamis (02/12/2021). Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mendapatkan data yang akurat dan terbaru terkait kepesertaan program JKN-KIS.

“Rekonsiliasi data ASN kami gelar secara rutin setiap tahun, setiap perwakilan satuan kerja membawa data pegawainya kemudian dicocokkan dengan data yang ada di BPJS Kesehatan. Jika ada data yang belum sama atau perubahan, maka akan langsung diperbaharui. Tahun ini kami melihat kondisi pandemi membaik sehingga kami menggelar acara secara tatap muka dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang semestinya,” ujar Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Tiasa Nugraha Arisapna, kepada KontraPro saat ditemui di Kantornya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang, pada Rabu (08/12/2021).

Salah satu peserta rekonsiliasi dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Tangerang Selatan, Oki menuturkan rekonsiliasi ini sangat bermanfaat bagi ia selaku pengurus data pegawai. Dengan rekonsiliasi rutin, setiap tahunnya ia selalu memiliki data yang cocok dengan BPJS Kesehatan. Hal ini menekan kemungkinan pegawai di instansinya tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Data keluarga pegawai juga diperbaharui sehingga jaminan kesehatan bagi istri serta anak-anak pegawai bisa dimanfaatkan.

“Dari hasil rekonsiliasi hari ini kami ada selisih 4 orang pegawai, diantaranya ada yang suami-istri sama-sama bekerja sebagai ASN, ada pula ASN baru yang sebelumnya terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kemudian data kami perbaharui sehingga data selalu cocok dengan data yang sebenarnya ada di lapangan. Bagi saya pribadi, saya tidak keberatan membayarkan iuran setiap bulannya. Saya juga sudah merasakan manfaat sebagai peserta JKN-KIS,” ujar Oki.

Oki menjelaskan, bahwa dirinya pernah memanfaatkan kartu JKN-KIS miliknya untuk persalinan. Awalnya ia datang ke Puskesmas tempatnya terdaftar kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan operasi caesar. Tidak ada biaya persalinan yang dibebankan kepadanya, semua ditanggung oleh Program JKN-KIS.

Selain itu, rekan satu instansinya juga pernah memanfaatkan penjaminan untuk persalinan dengan komplikasi kehamilan preeklampsia, sehingga harus memerlukan perawatan di ICU. Biaya yang seharusnya mencapai hampir seratus juta rupiah, bisa terjamin oleh JKN-KIS.

~Acong~

Explor Your Next

Journey

Physiological respiration involves the meensure the composition of the functional residual.